Friday, 28 November 2014

Salah Kaprah Transmisi Automatic

Mobil bertransmisi otomatis mulai disukai konsumen, khususnya di kota besar dengan trafic jam tinggi seperti Jakarta. Sayangnya, masih banyak pengguna mobil matic menganut paradigma keliru terhadap system transmisi ini. Akibatnya, aplikasinya tidak optimal. 

Pada transmisi matic, sebenarnya hanya ada beberapa simbol pengoperasian dengan komposisi kurang lebih berbasis P-R-N-D-L atau symbol lain berupa angka seperti 3 atau 2 bahkan 1. Simbol P berarti parking, digunakan di saat parker atau berhenti. Sedangkan R berarti Reverse, digunakan ketika mundur. N berarti posisi gear neutral sementara D adalah Drive atau mode pengemudian normal. 

Selain keempat symbol tersebut masih ada lagi huruf L, yang berarti low gear. Ini amat jarang digunakan. Sementara simbol berupa angka umumnya terdiri atas 3, 2 atau 1. Ini menunjukkan batas tertinggi perpindahan gear yang bisa terjadi di saat pengemudian. Nah, pemahaman tentang fungsi simbol L atau angka 3, 2 serta 1 inilah sering salah kaprah.

Pada permukaan jalan menanjak, pengguna transmisi matic kadang menggeser tuas transmisi dari D ke posisi 3, 2 atau 1 bahkan L. Alasannya, mengacu pada aplikasi transmisi manual. Bahwa penggunaan gear lebih rendah dimaksudkan untuk mendapatkan torsi lebih besar. Padahal, meskipun gear shift tetap berada di posisi D, sistem transmisi otomatis tetap mampu melakukan penyesuaian pada pilihan gear yang sesuai kebutuhan. 

Lalu apa peranan simbol L, 3, 2 atau 1? 

Selain berguna untuk membatasi perpindahan gear agar tidak berada pada posisi overdrive, juga untuk aplikasi di jalan menurun. Dengan memindahkan posisi tuas gear shift pada gear lebih rendah, akan diperoleh engine brake lebih baik untuk membantu sistem rem utama ketika melaju di jalan menurun. Sedangkan aplikasi low gear (L) akan sangat berguna ketika melalui jalanan yang menurun curam atau di jalur pendakian yang sangat ekstrem dengan beban kendaraan yang maksimal.

Pedoman Warranty Kendaraan Baru Toyota

 Pedoman Warranty Kendaraan Baru Toyota Anda (36 Bulan/100.000 Km*)

*mana yang tercapai lebih dahulu

Untuk lebih jelas perihal Warranty, silakan merujuk pada Buku Warranty dan Servis Berkala.
KETENTUAN DAN KONDISI WARRANTY TOYOTA memberikan jaminan apabila terdapat kerusakan pada komponen atau hasil kerja pabrikan.
Dengan kondisi
 :

1. Kecacatan telah diinformasikan kepada dealer TOYOTA hanya sebelum kendaraan menempuh jarak 3 tahun atau 100.000 km terhitung sejak penyerahan kendaraan kepada Anda, mana yang tercapai terlebih dahulu. Model Toyota yang termasuk adalah model yang diproduksi yang memiliki no rangka (VIN Code) mulai tahun 2005. Khusus untuk Kijang Pick-Up dan Dyna, claim cat dan karat memiliki masa warranty selama 2 (dua) tahun atau 50.000 km, terhitung sejak penyerahan kendaraan kepada Anda, mana yang tercapai terlebih dahulu.
2. Selalu melakukan perawatan berkala sesuai ketentuan di buku servis di bengkel resmi TOYOTA.
3. TOYOTA telah memastikan bahwa kecacatan terdapat pada komponen atau karena hasil kerja pabrikan dan bukan dikarenakan :
  • Penggunaan kendaraan yang salah seperti berpacu pada kecepatan tinggi, kelebihan beban dan modifikasi.
  • Bunyi, getaran, berisik dan perubahan bentuk yang normal.
  • Pengoperasion kendaraan setelah diketahui adanya kerusakan.
  • Kecelakaan atau kejadian yang disengaja.
  • Bencana alam seperti banjir, kilat, halilintar, dll.
  • Korosi pada cat diakibatkan oleh kerikil-kerikil atau goresan pada cat.
  • Rusak atau retaknya bahan-bahan yang terbuat dari kaca yang diakibatkan oleh factor-faktor dari luar kecuali yang disebabkan oleh kecacatan material dan/atau hasil kerja pabrikan.
  • Kegagalan dalam melaksanakan perawatan atau perbaikan sendiri.
  • Penambahan bahan (additives) dan pemasangan part atau aksesoris yang tidak asli dikeluarkan oleh PT. TOYOTA-ASTRA MOTOR.
TOYOTA akan memulihkan kerusakan dengan cara perbaikan atau sesuai kondisi dengan cara mengganti komponen yang rusak dan tidak mengganti dengan kendaraan yang baru.

SEPUTAR PROSEDUR WARRANTY

Bagaimana mengklaim warranty ?
1. Pertama-tama buat perjanjian dengan dealer resmi TOYOTA terdekat.
2. Bawa kendaraan dan buku warranty Anda ke bagian Service untuk evaluasi klaim Anda
Apakah saya harus membayar biaya perawatan selama periode warranty ?
Biaya perawatan berkala tidak ditanggung oleh warranty kendaraan baru TOYOTA. Akan tetapi untuk perawatan berkala 1.000 km dan 5.000 km bebas biaya jasa. Pelumas dan part yang digunakan dalam perawatan ini menjadi tanggung jawab Anda
Part dan material apa saja yang tidak termasuk dalam item warranty ?
1. Item-item yang dapat habis atau mengalami keausan
2. Material yang terkonsumsi kecuali dikarenakan cacat dari pabrik, seperti :
  • Elemen pembersih (filter)
  • Kanvas rem
  • Kopling
  • Tali kipas
  • Cairan elektrolit
  • Gemuk
  • Busi
  • Penghapus kaca
  • Sekering
  • Platina
  • Bola lampu
  • Dan lain-lain
Hal-hal lain apa saja yang tidak ditanggung oleh warranty pabrikan ?
1. Biaya dan kerugian yang timbul seperti :
· Biaya telepon
· Akomodasi
· Sewa kendaraan
· Biaya Derek
· Hilangnya waktu
· Risiko bisnis
· Dan lain-lain.
2. Kerusakan atau korosi pada permukaan kendaraan dikarenakan lingkungan seperti :
o Hujan asam
o Kejatuhan sesuatu (zat kimia, getah pohon, kotoran burung, dan lain-lain)
· Garam
· Badai angin
· Kilat
· Banjir
· Bencana alam lainnya.
Hal apa yang penting dan dapat membatalkan hak warranty ?
1. Mengubah odometer atau ditukar sehingga pembacaan odometer menjadi meragukan.
2. Menggunakan bahan bakar, pelumas, oli atau minyak (fluida) yang tidak sesuai dengan spesifikasi yang direkomendasikan oleh TOYOTA, seperti tertulis dalam buku PEDOMAN PEMILIK.
Bagaimana dengan warranty untuk baterai, dan ban ?
1.    Baterai.
Masa warranty baterai yang dipergunakan sebagai perlengkapan asli kendaraan TOYOTA adalah selama 2 (dua) tahun atau 50.000 km, mana yang tercapai terlebih dahulu.
2.    Ban.
Warranty untuk ban diatur tersendiri dengan jaminan yang disediakan oleh pabrik pembuatnya.